my tale about queen of the dance hall

18 Januari 2006

hari ini lagi
gw ga jalan ama dia

setelah kemaren seharian ngomongin dia
hummm....
berpikir apakah gw akan berubah jadi dream queen
dan menguasai kerajaan dansa

gw memutuskan untuk ga pergi
lagian ga pernah ada limo yang menjemputku di depan pintu
layaknya seorang yang mau berangkat ke prom nitenya

sambil tetep diliputi penasaran
ge sempet nelponin para gang disco
untuk nanyain perkembangan
berharap dia bakal ngajakin gw

kabar terakhir dia udah punya pasangan
whoaaa....
udah deh.. ketutup kesempatan gw untuk berharap
sesuatu yang baik akan terjadi buat gw

akhirnya gw tidur dan meneruskan mimpi

jam setengah satu malem tadi gw bangun
dan tetep memikirkan
sudah jam dua belas lewat
apakah pasangannya udah berubah bentuk jadi putri abu
dan dia menemukan dayang sumbi yang kecantikannya lebih awet

gw nelpon salah satu temen gw
yang bareng bersama rombongan penjelajah malam itu
they're still havin fun
yea yeahh...

gw pun meneruskan malam gw dengan
tugas yang musti diselesaikan buat hari ini

jam setengah tigaan ponsel gw bunyi
gw disuruh ke McD simpang
ada hal penting yang mau disampein

dubbb...
i wonder what
apakah dia tersadar dari pengaruh sekduksi itu
apakah akhirnya ketauan bahwa pesona yang dimiliki hanya selubung
atau bahkan dia sedang menyiapkan kejutan untukku
seperti acara reality show yang mengungkapkan perasaan pada orang yang dikaguminya
hehehehe

gw segera bersiap
at least gw musti tampil memukau untuk menerima kejutan
yang hanya muncul dalam benakku

dada gw menyesak
dingin malam menusuk

gw sampe di sana dan menerima kabar
ada kekacauan baru saja terjadi tanpa kehadiranku
... berharap semoga pasangan baru itu yang memulai

angga kehilangan dompet
setelah rombongannya tadi berantem
gara-gara beberapa orang di tropicana ga suka dengan cara temen-temen gw memperlakukan mereka
anak baru itu menerima tinju mentah
dia menangis pada penguasa hatiku
entah apa yang merasuki
pujaanku berusaha membela itik buruk rupa yang baru saja menjadi angsa karena cintanya

semua kacau
puluhan orang berdatangan
teman-teman kabur

dua orang entah kemana
pangeran dan gadis antah berantah masuk kereta meninggalkan sasana
seorang terakhir bergegas tanpa dompet lagi di tangan
berada di hadapanku sekarang

gw pun menelpon harapanku menanyakan kabar
dia berbalas sapa
dan malah ngobrol ama angga yang di depan gw
.. pake lama

well ok
itu emang masalah mereka
ga ada lagi kata tersisa buat gw

bodohnya gw..
di saat mereka lagi menghadapi masalah sebenernya
aku masih terus sibuk dengan hatiku

apakah dia menanyakanku
apakah dia akan menitikkan keluh di telingaku

tak ada jawaban
atau ada jawaban.. tapi gw ga suka dengan kenyataan

yahh... gw tetep diem
dengan homage - paul van dyk menyelimuti pendengaran
gw ga diperlukan
tapi selama they have each other
gw ga perlu berbuat apapun
untuk meyakinkan kerumunan
dan diriku

bahwa the queen is still here....

0 komentar:

Posting Komentar