Kalla: Internet di Indonesia Sudah Murah
TEMPO InteraktifJakarta: Wakil presiden Jusuf Kalla rupanya menganggap kalau biaya sambungan internet di Indonesia sudah cukup murah. "Sekarang ini semua orang bisa mengakses internet di mana saja bahkan dari tempat-tempat yang paling terpencil sekalipun," ujar Kalla pada acara silaturahmi dengan Blogger di Kafe Pisa Mahakam, Jakarta malam ini, Kamis (19/3).
Kalla menyampaikan hal itu saat menanggapi harapan yang disampaikan oleh salah seorang blogger. Iskandar Zulkarnain, blogger itu memiliki keinginan agar pada tahun 2010 seluruh orang Indonesia, terutama di setiap sekolah memiliki kemudahan akses terhadap komputer dan internet.
Saat ini tarif internet termurah adalah yang ditawarkan PT Excelcomindo Pratama (XL), yakni tarif Rp 5.000 per hari, tanpa batasan waktu atau 24 jam. Indosat Mega Media (IM2) dan Telkomsel sebelumnya juga menawarkan tarif masing-masing Rp 100 ribu per bulan dan Rp 125 ribu per bulan. 
Sayangnya, tarif tersebut tidak diimbangi dengan kecepatan yang baik. Kecepatan maksimal cuma 256 Kbps. Tapi "sekarang semua internet 3G lelet," kata Bagus R, pengguna dari Jakarta Timur. "Bandingkan dengan Malaysia atau Amerika Serikat yang dengan uang Rp 200 ribu bisa dapat kecepatan 1 Mbps."
Menurut Kalla soal pengadaan komputer murah memang sudah menjadi program pemerintah. "Kita sudah ada program untuk memberikan jutaan komputer untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Tetapi mengenai koneksi internet, Kalla menganggap saat ini sudah cukup murah. Fakta bahwa internet bisa diakses dari mana saja, menjadi buktinya. Apalagi biaya untuk terhubung ke dunia maya sudah semakin turun.
"Ya seperti harga handphonelah. Biaya teknologi itu pasti turun. Contohnya dulu handphone pertama harganya Rp 16 juta sekarang yang Rp 300 ribu saja ada,” ujarnya. 
http://tempointeraktif.com/hg/it/2009/03/20/brk,20090320-165718,id.html
ya elah oom.... kalo masih bisa turun dan masih ada yang lebih murah,.... artinya masih belum cukup murah kaleeeeee....!!!

0 komentar:

Posting Komentar